Langsung ke konten utama

Postingan

Kehadiran Virus Insecure Selama Pandemi

Gak terasa ya kita udah sekitar 3 bulan #dirumahaja. Gak sedikit dari kita yang udah gelisah banget nih. Slogan "Ayo produktif walau di rumah aja" kok gak gampang juga ternyata buat dijalanin. Sebelum nutup selimut malam hari, di pikiran udah berusaha bertekad, "besok pokoknya aku harus ngelakuin ini dan ini". Ternyata begitu ketemu pagi, ada aja halangan yang bikin mager atau jadinya kita negosiasi lagi, " gapapa deh . Masih ada besok." Begitu terus, sampai gak kerasa hari berganti cepat banget .  Alih-alih biar bisa makin produktif, media sosial jadi harapan kita untuk cari tahu informasi tentang banyak hal. Mulai dari magang, kegiatan relawan secara virtual, lomba, dan tawaran lainnya, kita semua bisa terhubung lewat media sosial yang sekarang jadi teman selama di rumah aja. Dengan media sosial juga kita tetap bisa keep in touch dengan teman-teman yang lama gak ketemu. Lewat media sosial juga kita bisa tetap "mantau" sekarang tem...

LKTIN The 5Th KIME On Ideas Competition 2019

Jika kata puisi yang terkenal “Tidak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan Juni” Namun, kataku kali ini, “ Tidak ada yang lebih terkenang dari kenangan di bulan Juli ” ***  Semester genap untuk mahasiswa Geografi bukan semester yang mudah, sulit juga tidak dapat dikatakan begitu. Tak seperti fakultas lainnya kebanyakan, semester genap seluruh prodi di Geografi akan selalu didatangi masa Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kendati, KKL 1 masih terbilang ringan dan santai (tapi tidak laporannya), bukan berarti KKL 1 tidak perlu diseriusi. Yang pertama justru harus selalu jadi pembelajaran untuk ke depannya. Datangnya KKL 1 tahun ini diawali oleh saat-saat penghakiman terakhir sebelum liburan yaitu UAS. Adanya mata kuliah Statistika dan Matematika membuat UAS Semester Genap pertama menjadi suatu ‘momok’ tersendiri. Bagaimana tidak, proses belajar hitungan selama masa SMAmu akan dipertanyakan. Cukup sudah, pembahasan ini bukan maksud dari postinganku kali ini. Masa UAS semes...

First Trial : ASEAN GEOGRAPHY-SMART COMPETITION 2019

Cerita ini sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu. Terhitung sejak September 2018 dan berpuncak di Februari 2019. Mohon maaf atas keterlambatan.  "Karena sesungguhnya kegagalan boleh jadi bermakna penting - tidak selalu memalukan.  Dengannya kita akan tumbuh lebih kuat memperhitungkan kemungkinan terburuknya sekalipun". Jika dibilang kehidupan kuliahku di semester awal masih dibayang-bayangi kegagalan seperti di postinganku sebelumnya, rasanya memang benar. Salah satu hal yang terlintas di pikiran adalah bagaimana aku mampu membuktikan bahwa semua keputusan bisa saja hanya sebatas kemungkinan, tergantung dari kita memandang segala sesuatunya.  Tidak bisa dipungkiri, hal ini akan terjadi pada semua mahasiswa baru, awal kehidupan perkuliahan masih meraba-raba. Mayoritas, euforia maba itu akan menjadi sesuatu hal yang dikenang nantinya. Saat masih mahasiswa baru, keinginan untuk ikut ini dan itu masih sangat tinggi - semua berambisi ingin menjadi produktif de...

Mengapa Aku Memilih Fakultas Geografi ?

“Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Mungkin tak berharga bagi yang lain, tapi baginya pasti memiliki kesan tersendiri. Tak ada yang dapat menilai dengan kuantitas seberapa bermakna cerita itu. Sebab, sesungguhnya cerita itu tentunya tak terlepas dari metamorfosis perjalanan hidupnya” Dan inilah ceritaku. Jawaban dari judul postinganku kali ini bermula dari sebuah event tahunan sekolahku, SMA Negeri 1 Bekasi, yang biasa disebut BOB ( Best of The Best ). BOB ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh sekolahku untuk menyeleksi siswa-siswi yang berminat mengikuti olimpiade. Beberapa anak di sekolahku sangat antusias mendengarnya. Mereka dengan cepat mendaftar dan sesudahnya langsung belajar. Tak satu atau dua anak kujumpai mereka membaca buku pegangan olimpiade untuk menghadapi BOB itu. Bahkan, mereka dengan antusias mengikuti pembinaan tutor sebaya dengan kakak kelas yang pernah mengikuti bidang yang sama di tahun sebelumnya. Tapi tidak dengan aku. Aku tidak pern...